Kinerja RS. Siloam, RS. Hermina dan RS. Mitra Keluarga Tahun 2018

Hasil gambar untuk rumah sakit siloamHasil gambar untuk rumah sakit herminaHasil gambar untuk rumah sakit mitra keluarga kelapa gading

Di Indonesia ada beberapa rumah sakit yang sudah Go Publik , pada artikel kali ini yang akan kita informasikan Kinerja 3 rumah sakit yang sudang go pulic yaitu Rumah Sakit RS. Siloam, RS. Hermina dan RS. Mitra Keluarga. 

RS. SILOAM

Per Desember 2018 PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan 12,41% ke level Rp5,96 triliun dari posisi Rp5,3 triliun pada 2017. Jumlah keuntungan tahun berjalan turun 75% menjadi Rp 26 miliar secara year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp104 miliar. Pada saat bersamaan, EBITDA Siloam naik 7,36% menjadi Rp787 miliar yoy dari posisi Rp733 miliar pada 2017. Di sisi liabilitas, terjadi kenaikan 7,4% dari Rp1,28 triliun menjadi Rp1,37 triliun.

Sepanjang 2018, perusahaan di bawah Grup Lippo tersebut telah menambah empat rumah sakit Siloam, yakni Siloam Silampari, Siloam Jember, Siloam Semarang, dan Siloam Palangkaraya.

Per akhir 2018, SILO memiliki 34 rumah sakit yang tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Perseroan juga membuka 22 klinik, di mana 18 di antaranya terdaftar untuk melayani pasien BPJS.

 

RS. HERMINA

PT Medikaloka Hermina Tbk Per Desember 2018, Perseroan telah memiliki 32 rumah sakit yang terdiri dari 6 rumah sakit tipe B dan 26 rumah sakit tipe C dimana terdapat lebih dari 3.200 dokter umum dan spesialis yang tersebar di 20 kota di Indonesia. Pada tanggal 16 Mei 2018, Perseroan melakukan pencatatan saham di BEI yang diperdagangkan dengan simbol emiten HEAL.

Per 31 Desember 2018 (FY18) dengan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,06 triliun. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 644,5 miliar serta laba bersih sebesar Rp 191,0 miliar.

Di tahun 2018, kontribusi jumlah kunjungan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 65% dan 49% atas masing-masing rawat inap dan rawat jalan secara keseluruhan. Hermina berhasil menjaga kestabilan marjinnya melalui skala ekonomis dan perbaikan yang konsisten untuk mencapai efisiensi dalam  operasionalnya.  Perseroan juga telah membuktikan kemampuannya dalam menavigasi tantangan-tantangan yang muncul karena dinamisnya JKN.

Saat ini memiliki 3.378 tempat tidur operasional tersebar di 32 rumah sakit. Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 65,8%. Melayani 310.200 kunjungan pasien rawat inap (meningkat 27,8% dibanding FY17) dan 5,29 juta kunjungan pasien rawat jalan (meningkat 17,5% dibanding FY17). Total hari rawat inap meningkat sebesar 23,9% mencapai 776.700 hari, dengan Average Length of Stay (ALOS) selama 2,5 hari. Semakin pendek hari ALOS mengindikasikan efisiensi operasional yang tinggi dari rumah sakit Hermina.

 

RS. MITRA KELUARGA

Pendapatan pada 2018 yakni Rp2,71 triliun, dengan Rp261 miliar kontribusi dari Rumah Kasih Indonesia, meningkat 8,71% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp2,49 triliun. EBITDA MIKA pada 2018 tercatat Rp960 miliar, meningkat 5,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 910 miliar. Sementara itu, laba bersih perseroan pada 2018 adalah Rp 659 miliar, terkoreksi 7,1% dibandingkan dengan 2017 Rp709 miliar.

Adapun, total kunjungan rawat jalan adalah 2,18 juta pasien pada 2018 dengan 444.000 kunjungan dari Rumah Kasih Indonesia, meningkat 18,63% dibandingkan dengan 2017 yakni 1,84 juta pasien.

Total pasien rawat inap pada 2018 sebanyak 162.000 pasien untuk, meningkat 32,10% dibandingkan dengan 2017 sebanyak 123.000. BOR tahun 2018 sebesar 53,7% dibandingkan dengan 2017 58,3%, menurun 4,6%. tempat tidur sebanyak 2.492 tempat tidur.

Pada akhir 2018, 12 rumah sakit Mitra Keluarga telah melayani pasien JKN dari total 20 rumah sakit.

Dari Berbagai Sumber

semoga bermanfaat

HAP