Savings Bond Ritel SBR004, Pilihan Investasi Menguntungkan Buat Anak Milenial

Di tengah morat maritnya pasar uang dan pasar modal dalam negeri, mungkin sebagian dari Anda bingung mau menempatkan dananya di instrumen investasi apa. Savings Bond Ritel atau SBR seri 004 bisa menjadi jawaban. Ingin tahu banyak mengenai obligasi negara yang menawarkan keuntungan menggiurkan ini? Simak, penjelasannya berikut.

Pengertian SBR

SBR merupakan salah satu portofolio investasi yang diterbitkan pemerintah dalam hal ini melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jadi semacam surat utang yang dijual ritel atau ketengan kepada individu yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Sasaran pembelinya tentu saja harus perorangan, bukan badan usaha, seperti pegawai swasta, pegawai negeri sipil (PNS), ibu rumah tangga, sampai generasi milenial juga bisa lho.

Obligasi negara ini diterbitkan untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang bersumber dari pembiayaan atau utang. Tahun ini saja, kebutuhan pembiayaan anggaran yang sudah ketok palu di DPR mencapai Rp325,9 triliun.

Sekarang ini, penawaran SBR sudah memasuki seri 004. Masih ada kesempatan untuk membeli SBR karena masa penawaran akan berakhir pada 13 September 2018 pukul 10.00 WIB. Kalau Anda membeli SBR004, berarti sama saja berkontribusi untuk pembangunan nasional dan menambah basis investor di dalam negeri.

Kupon 8,05% Lebih Tinggi Dari Deposito

Kenapa kok SBR004 menguntungkan? Lihat deh bunga atau istilah kerennya kupon yang ditawarkan sebesar 8,05% per tahun. Kupon SBR004 sudah menyesuaikan kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%. Imbal hasil ini dibayarkan setiap bulan pada tanggal 20.

Tingkat kupon tersebut lebih tinggi jika dibandingkan bunga deposito bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rata-rata bunga deposito rupiah bank mengacu pada benchmark Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 5,61% di Juli 2018. Rata-rata bunga minimum di periode yang sama sebesar 4,76%.

Menariknya lagi, keuntungan lain jika Anda menempatkan dana pada instrumen investasi ini ditetapkan kupon mengambang dengan kupon minimal. Apa itu maksudnya? Jadi pengertian kupon mengambang artinya, besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) setiap 3 bulan sekali.

Minimum Pembelian Rp1 Juta, Maksimum Rp3 Miliar

Inilah keunggulan lain SBR004, cukup bermodal Rp1 juta sudah bisa jadi investor surat utang negara. Maklum target pasarnya masyarakat ritel, termasuk anak-anak milenial yang mau untung cepat, modal minim, dan risiko kecil. Sementara pemesanan paling besar dipatok Rp3 miliar. Jadi tidak boleh lebih dari itu.

Meski tenor 2 tahun, tapi ada fasilitas pencairan atau early redemption mengingat karakteristik SBR004 yang tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder atau hanya bisa dipegang pembeli pertama.

Minim Risiko

  • Keunggulan lain dari berinvestasi SBR004 adalah dijamin oleh negara. Tidak ada risiko gagal bayar seperti investasi lain. Kenapa? Karena investasi dalam bentuk SUN sudah dilindungi dalam Undang-undang (UU). Dalam UU SUN, negara menjamin pembayaran kupon dan pokok SUN termasuk SBR004 sampai masa jatuh tempo. Ketersediaan dananya sudah dialokasikan di APBN setiap tahun
  • Risiko tingkat bunga pun tidak ada mengingat nilai pokok tidak berubah seiring penyesuaian tingkat bunga di pasar. Apalagi kalau suku bunga acuan BI naik, kupon SBR004 akan naik, tapi kalau turun, yang berlaku tetap kupon minimal. Investor tetap untung kan.

Semoga bermafaat 

HAP